Jarar Siahaan Jarar Siahaan

FB

Ikuti kiat praktis menulis & tata bahasa Indonesia via FB-mu, klik Like/Suka.

Aku

Maret 2013, Pangururan, Samosir
Lelaki sejati bisa dihancurkan tapi tidak dapat ditundukkan ~Ernest Hemingway

Jarar Siahaan Net dengan alamat www.jararsiahaan.net adalah situs personal Jarar Siahaan—wartawan sejak 1994 di Toba Samosir, Sumatera Utara; redaktur koran jaringan Jawa Pos di Medan tahun 2000; sekarang Pemimpin Redaksi Koran Toba.

Aku pernah menikah, tidak memakai jam tangan, dan tidak menyisir rambut [lihat juga di sini dan di sini]. Aku belum sukses jadi ateis.

Aku dikaruniai dua orang anak. Tak lama lagi yang sulung akan duduk di bangku SMP. Kedua anakku tinggal bersama ibu-mereka yang baik.

JararSiahaan.Net mulai terbit 20 September 2012. Sebelumnya, sejak Maret 2007, aku mengelola beberapa blog, tapi kini sebagian sudah kuhapus.

Bertahun-tahun lalu blogku (yang lama) pernah ditulis di beberapa media cetak, antara lain Suara Merdeka (Semarang), harian Batam Pos, tabloid komputer PC Mild (Jakarta), dan harian Analisa (Medan). Kala itu blogku juga terpilih sebagai Click of The Week Maverick Indonesia dan ditampilkan dalam liputan khusus Metro Realitas di Metro TV.



Aku pernah diganjar sebagai satu dari "Sepuluh Inspirator Sumatera Utara 2008" oleh Medan Weekly.

Satu blog lain yang masih kutulisi: MenulisKalimat.com. Situs itu melulu membahas perkara tata bahasa Indonesia dan kiat menulis kalimat yang tepat makna.




Buku catatan harian

Blog JararSiahaan.Net kutaja dan kuazamkan sebagai buku harianku. Kadang kutulis amat serius, tapi acap juga sekilas lalu lupakan. Aku menulisinya dengan topik apa saja, dan seperti galibnya catatan harian, dengan suka-suka pula. Tidak semua tulisanku akan jernih untuk dipahami. Ada kalanya aku sengaja menulis secara kabur dengan alasan yang tak bisa kusebutkan.

Opini: pendapatku tentang berita pers, agama, kebaikan, kejahatan, politik, dan kejadian sehari-hari yang kutemukan. Nukilan: informasi menarik, ilmu pengetahuan, dan berita khas dari situs luar negeri. Pengalaman: jurnalisme, pendidikan, pertemanan, kiat berinternet, dll. Kenangan: mulai masa kanak-kanakku yang nakal, pacaran, hingga kini memiliki anak dan berstatus pernah menikah. Rekaan: kisah fiksi nan ringkas. Khayalan: harapan dan angan-anganku, seperti harga rokok agar bisa semahal laptop, dan harga koneksi Internet agar bisa semurah korek api. Apaan: dan lain-lain yang "tak jelas" dan "menyesatkan".

Baca www.jararsiahaan.net lewat ponselmu


situs versi mobile handphone jarar
Situs pribadiku ini bisa kaubaca lewat ponselmu dalam tampilan yang lebih sederhana di alamat versi mobile www.jararsiahaan.net/?m=1 atau, untuk mempermudah, bisa juga kauketikkan www.jararsiahaan.net saja, dan otomatis versi mobile blog inilah yang akan ditampilkan pada layar ponselmu (seperti gambar di sebelah).

Blog JararSiahaan.Net memakai lisensi Creative Commons: artikel situs ini hanya boleh dikutip sebagian, dan disertakan tautan menuju URL laman yang dikutip [baca halaman Hak Cipta dan Privasi].


Tabik dari Danau Toba!

Balige, 20 September 2012

tanda tangan gambar



Wajib dibaca: cara memblokir situs sampah di halaman pencarian Google

Email: jarar@menuliskalimat.com | facebook.com/blogjararsiahaan | Twitter @ja_rar | Google Plus +Jarar Siahaan [lihat tab dsb. di bagian atas blog ini]

Web design: João Alvarenga | Web hosting: Blogger

Blog

2 Mar 2013

Agnes Monica tak singgah di Pusuk Buhit

Walaupun lagi musim hujan, kami berempat berkeras hati mendaki Pusuk Buhit, dan bisa. Aktivis LSM Dian Sinaga bisa tertidur pulas di puncak. Abidan Simbolon bisa ber-SMS mesra dengan kekasihnya. Hayun Gultom bisa takut pada pekatnya malam. Saya sendiri bisa-bisanya menulis, "Terus, gua mesti bilang 'wow', gitu?"

Jarar Siahaan foto pusuk buhit
Saya, Jarar Siahaan, mendaki Gunung Pusuk Buhit bersama tim Koran Toba, 17 Februari 2013. Musim hujan, berkabut tebal, jarak pandang cuma 20 meter. Lokasi: 30 menit sebelum puncak tertinggi gunung. Foto: Abidan Simbolon

Setelah memarkirkan sepeda motor, berjalan kaki selama tiga jam menuju puncak Gunung Pusuk Buhit, di jalan kami berpapasan dengan beberapa warga Kecamatan Sianjur Mulamula. Mereka membawa air suci mual ni Ompung dari Tala, dan tanaman berbiji saesae.

"Kalian dari Koran Toba, ya?" tebak salah satu dari mereka. Dijelaskannya, saesae biasanya direbus, dan airnya dipakai untuk mandi atau diminum.

Persis di kolam Tala, 30 menit sebelum puncak tertinggi Pusuk Buhit, kami bertemu dengan dua perempuan dan dua lelaki dewasa. Di bawah hujan gerimis, seorang dari mereka menggendong bayi yang saya taksir berusia dua setengah tahun. Seorang lelaki memanggul kompor masak.

"Kami dari Kisaran. Ini mau pulang," katanya, "Tadi malam kami sudah bermalam di puncak."

Di atas batu besar di lokasi Tala, kami melihat tiga lembar foto terwalak. Salah satunya foto pria dengan tulisan namanya plus "calon Bupati Taput". Ada juga beberapa jeruk purut dan berbatang-batang rokok Gudang Garam Merah.

Selama pendakian, gunung berkabut tebal. Jarak pandang hanya berkisar 20 meter. Jalan tanah dan berbatuan licin. Meski memakai jaket antihujan yang baru kami beli dari Butik Dame di Kota Pangururan, tubuh saya dan Hayun Gultom basah kuyup. Ternyata mempan hujan. Maklumlah, kami membelinya di toko "buruk otik, harga dame".

Kami tiba di puncak pukul lima sore. Kabut di mana-mana. Deru angin menerpa pepohonan, suaranya bagai bisikan makhluk antah berantah. Eksotis!

Kemah kami yang ala kadarnya berdiri di sisi situs Parsaktian Pusuk Buhit. Batu keramat yang telah dipugar itu adalah tempat Guru Tatea Bulan dan istrinya meninggalkan putra sulung mereka, Raja Uti, untuk diserahkan kembali kepada Mulajadi Nabolon.

Batu Sawan Pusuk Buhit Jarar Siahaan
Saya meliput ke air terjun Batu Sawan, lokasi Raja Uti diasingkan ibunya sebelum kemudian diserahkan kepada Mulajadi Nabolon di puncak Pusuk Buhit. Foto: Abidan Simbolon/Koran Toba

Sebelum hari benar-benar gelap, ehem!, ini waktunya untuk makan. Kami bersemangat membayangkan menu nasi bungkus yang dibeli Hayun Gultom. Tapi, ampun beribu ampun, cuma ada empat tumpukan "nasi kucing" dan sejumput ikan teri bersambal untuk dibagi berempat.

"Bah, kok, cuma ini isinya?" kata Hayun. Ia salah memesan dari warung.

Di puncak Pusuk Buhit, gunung yang sakral bagi orang Batak, kami bisa bertelepon dengan keluarga dan teman. Di sana ada sinyal ponsel, walau kadang timbul tenggelam. Abidan Simbolon, reporter magang Koran Toba yang masih lajang, bercakap-cakap dan berkirim SMS dengan pacarnya.

"Malam, Hasian. Lagi apa?" tulis pacarnya.

"Lagi kedinginan aku. Posisiku di puncak Gunung Pusuk Buhit. Mendaki, Nang," jawab Abidan. Ia menyapa pacarnya dengan kata sayang "Inang".

Aktivis LSM Dian Sinaga, sebelum lelap dalam tidurnya, mengatakan bahwa pasangan kekasih yang bersama-sama naik ke puncak Pusuk Buhit diyakini akan berjodoh.

"Ya, benar," kata Hayun Gultom, lalu berseloroh, "Agnes Monica pun teman kita ke sini, pasti jodoh."

Wah, terus, gua mesti bilang "wow", gitu?

Walau kami acap bergurau selama berkemah di puncak Pusuk Buhit, kami tetap menjaga sikap dan menakzimkan situs yang sakral itu.

Sebelum tidur, saya teringat akan kedua anakku nun jauh di sana. Dan saya bersyukur kepada Yesus Kristus, Allah SWT, dan Mulajadi Nabolon. [www.korantoba.com]
Selengkapnya

29 Des 2012

Tahun 2013

Jarar Siahaan, Balige, Toba Samosir.

Selamat menyambut tahun baru 2013. "Mari terus melakukan kesalahan." Semoga kita semua masih akan melakukan kesalahan-kesalahan pada tahun 2013 mendatang.

tahun baru 2013
Sumber gambar: Colour Box
Orang melakukan kesalahan karena ia masih hidup, masih bekerja, dan masih terus mencoba hal-hal baru. Ia berani menerobos sesuatu yang tidak pernah ia lakukan pada tahun 2012.

Neil Gaiman, penulis buku novel Dewa-Dewa Amerika: Yang kuinginkan untuk anda dan kita semua pada tahun baru ini: buatlah kesalahan baru. Kesalahan yang hebat. Kesalahan yang menakjubkan. Kesalahan yang belum pernah kaulakukan sebelumnya. Jangan diam. Jangan berhenti. Jangan khawatir apakah tindakanmu itu tidak cukup bagus atau tidak sempurna. Hal apa pun itu: seni, cinta, pekerjaan, keluarga, atau kehidupan.

Apa saja yang engkau takuti untuk dilakukan selama ini, lakukanlah. Selamat melakukan kesalahan-kesalahan yang baru pada tahun baru 2013!

Bila kau tidak ingin berbuat salah maka jangan katakan apa pun, jangan lakukan apa pun, dan sekalian tidak perlu hidup!
Selengkapnya

@ja_rar

Suka blog JararSiahaan.Net? Sila klik tombol. Terima kasih.

Pakai Chrome: peramban web tercepat dan aman

Mudah, cara memblokir situs sampah dan blog penipu di halaman Google

[:]

[1] Profil pribadiku di Facebook telah lama tidak aktif kupakai. Di Facebook, aku hanya aktif pada Halaman, bukan profil biasa.

[2] Aku memiliki banyak alamat surel untuk berbagai keperluan personal dan pekerjaan. Yang kupakai untuk berinteraksi dengan teman dunia maya adalah jarar@menuliskalimat.com.

[3] Di situs-situsku dan akun media sosialku, aku menulis status "pernah menikah" BUKAN karena aku sedang mencari kekasih atau calon istri (lagi). Itu sengaja kutulis agar orang tidak terkecoh dengan fotoku yang tampaknya masih muda padahal sudah duda.


Artikel bisa dikutip sebagian (bukan utuh) dan wajib ditautkan balik (pranala hidup)
Copyright © 2012 +Jarar Siahaan . Privacy . Google+ . João Alvarenga . Blogger