BAHASA JURNALISTIK


Bahasa jurnalistik dalam majalah Tempo dan pers siber Tempo[titik]Co ibarat anak berbakat dan anak kemarin sore. Yang pertama masih terawat meski takparipurna, sedangkan yang kedua makin gawat kayak bahasa blog pribadi "inilah viral news".

Proposisi pertama masih masuk akal, tapi yang kedua? Buset! Ihwal mistik—hal gaib dalam sistem religi—dijadikan kesimpulan atas hipotesis medis, dan dengan kata modalitas "pasti" pula. He, dr. Tompi, kuliah lagi sana! Jangan bikin malu dosenmu.

Kebenaran ada di mana-mana. Kebenaran bukan semata-mata milik oknum. "Kebenaran HANYA milik Tuhan" bukanlah kebenaran.

*twit acak dari Twitter Jarar Siahaan (@ja_rar)